Friday, October 12, 2012

Hati kok di Tarik Ulur?

Kalian tau kan lomba Tarik Tambang? Yang sering dilombakan kalo lagi 17-an, lomba yang cukup populer selain Makan Kerupuk sama Panjat Pinang. Kalo tau ngangguk, kalo gatau abaikan saja dan jangan berekspresi apa-apa. #eh

Postingan gue kali ini ga ngebahas masalah Tarik Tambang secara detail, karena gue bukan panitia lomba 17-an yang lagi cari peserta buat ikutan lomba. Gue cuma mau mengambil sebuah esensi yang terkandung dalam perlombaan Tarik Tambang tersebut. #tinggi omongan lo broh !

Dalam Tarik Tambang, ada sebuah strategi yang cuma sedikit orang yang tau. Kalo strategi ini dilakukan, 80 persen kesempatan kalian buat menang. Namanya Tarik Ulur. Dalam Tarik tambang, kalo kalian hanya fokus sama ‘narik’ terus-terusan, kalian akan kelelahan. Ada saatnya kalian mesti ulur tambangnya, dan saat kelompok lawan menarik uluran tambang kalian, disitulah kalian harus tarik sekuat tenaga kalian. Kesempatan menangnya akan bertambah dijamin. #sotoy

Tarik Ulur dalam tarik Tambang merupakan hal yang lumrah. Yang gue bingungin, ternyata ada juga tarik ulur dalam hubungan asmara. Wah wah dalem nih ternyata postingannya ya hmm. Apa boleh buat? Kondisi hati gue pernah kaya ditarik-ulur sama something, eh someone maksudnya. Dan rasanya sama sekali ga enak, ga asik, ga gaul, tidak terpuji (tercela), dan hal-hal negatif lainnya.

Logikanya gini, urusan asmara itu simpel. Kalian suka? Tinggal bilang. Ga suka? Ya tinggal bilang juga. Hukumnya harusnya seperti itu. Cuma karena manusia itu makhluk kreatif, mereka modif hukumnya. Muncullah yang namanya tarik ulur.

Definisi tarik ulur menurut gue adalah sebuah tindakan yang bertujuan untuk menyakiti hati seseorang yang menyukaimu, secara tidak langsung dan efeknya dapat menyebabkan kekecewaan dan sakit hati akut. Kenapa begitu? Iya dong. Saat lo suka sama seseorang, lo bilang aja suka. Saat lo ga suka, lo mestinya bilang ga suka. Kenapa lo mesti berpura-pura suka? Atau kenapa lo mesti memperlambat proses pengungkapan cinta oleh si dia karna lo bersikap “mau mau engga engga” ? ga adil buat sang pengagum. Ga adil buat sang pencinta.

Dampaknya? Si dia bakal jadi kecewa karena merasa dipermainkan. Si dia bakal merasa sakit hati karena merasa dirinya ternyata “cinta sendiri” dan baru tau setelah sudah sekian lama lo ulur-ulur waktunya. Si dia bakal ngerasa kosong, hampa, dan perasaan yang disebut “galau”. Itu kah yang lo mau? HAH? #nyantai pak

Jadi gini aja, fair-fairan aja. Kalo emang lo suka, lo bilang. Lo ga suka? Lo cut aja d tempat. Kejam? Engga dong. Kejaman mana daripada lo ulur-ulur, si dia ngerasa kalo lo punya perasaan yang sama ternyata engga? Menyakiti perasaan seseorang yang mencintai lo itu sama sekali bukan keputusan benar. Sama sekali bukan tindakan benar.

SO, yang mau tarik ulur, urungkan niat lo. Bulatkan niat lo kalo pas ada lomba 17-an aja. Jangan di hubungan asmara lo jalankan. Kasian si dia yang mengagumi lo. Menjaga perasaan seseorang itu perbuatan terpuji, lo bakal dapat perlakuan yang sama dari tiap orang. Keep Honest. Jujur itu kaya obat, pahit sih, tapi bisa nyembuhin.

_alfebro’s out.
Thanks for read.